Puisi Lailatul Fitriyah Siswa SMA Nurul Jadid (08 Desember 2025)
telah lama aku menjadi penjahit luka
menyulam perih dengan benang kata
ingin kubuat gaun bermotif bunga
yang mekar di dada
menutup segala lara
namun benang merah yang kusulam
hilang entah ke mana
lenyap ditelan malam
setiap tarikan jarum hanya meninggalkan sepi
setiap simpul hanyalah bayangan sunyi
meski begitu, aku tak ingin berhenti
sebab luka pun bisa disulam menjadi puisi
benang merah yang hilang
akan terganti dengan benang biru
seindah langit pagi, perlahan kucoba
merendah kembali
setiap helai waktu
setiap denyut hati
gaun itu akan kupakai dengan bangga
di hari ulang tahun puisiku
yang sederhana karena dari luka
aku belajar setia dari kehilangan
temukan makna dari benang benang yang kusulam diam-diam
lahirlah puisi, sebagai gaun paling indah dalam kehidupan
Profil Penulis :
Lailatul Fitriyah, lahir dan tumbuh di sumenep, madura.
Kini meniti langkah sebagai siswi di SMA Nurul Jadid Batang Batang, sambil menulis puisi sebagai cara menyimpan sunyi dan rindu.
Tulisan pada website ini merupakan bagian dari proses pendidikan peserta didik di Nurul Jadid. Apabila ditemukan kesalahan atau kekeliruan maka pengelola website ini dapat menerima pengaduan dan mencabut penayangan tulisan tersebut.



0 Komentar