Puisi Lailatul Fitriyah Siswa SMA Nurul Jadid (03 Desember 2025)
bayangan tak pernah letih, ia menyelinap
seperti angin malam
menyusup ke celah jendela hati,
mengusik tenang yang coba kucipta
entah dari siapa asalnya
namun selalu saja ia tiba-tiba hadir,
bagai hujan yang jatuh di musim kemarau,
membasahi dadaku dengan resah yang asing
setiap detiknya, ia menitipkan pesan samar
mengalir lewat denyut nadiku
menyisakan getar pada setiap hela napas
seperti syair yang tak sempat ku selesaikan
dari ribuan kata yang pernah ada,
hanya satu yang paling keras suaranya: kata rindu.
ia menjerat pikiranku
menjadi bayang bayang yang enggan pudar
meski kubakar dengan doa-doa
atau kutenggelamkan dalam lautan lupa
rindu itu tetep hidup, menjadi jejak abadi
yang menuliskan namamu
di halaman sunyi hatiku
Profil Penulis :
Lailatul Fitriyah, lahir dan tumbuh di sumenep, madura.
Kini meniti langkah sebagai siswi di SMA Nurul Jadid Batang Batang, sambil menulis puisi sebagai cara menyimpan sunyi dan rindu.
Tulisan pada website ini merupakan bagian dari proses pendidikan peserta didik di Nurul Jadid. Apabila ditemukan kesalahan atau kekeliruan maka pengelola website ini dapat menerima pengaduan dan mencabut penayangan tulisan tersebut.



0 Komentar