Selamat Datang di Website Resmi Sekolah Menengah Atas Nurul Jadid - "Nurul Jadid untuk Indonesia"

BIAR KUTUNTASKAN RINDU INI SENDIRIAN (Cerpen Putri Atiya Maulidah)

Cerpen Putri Atiya Maulidah Alumni SMP Nurul Jadid (27 Agustus 2026) 


Mau se-asing apapun kita, rindu pasti tetap ada. Aku sudah mencoba membencimu, tapi napas ini berdesir amat lembut saat ada orang yang bercerita tentangmu. Sejak itu aku menyadari bahwa membencimu adalah usaha yang mustahil. Aku selalu ingat bagaimana kita waktu itu. Kamu menatapku, lalu aku tersenyum padamu. 

“Hilang dalam komunikasi tapi datang lewat mimpi. Itu sangat nyata. Serindu itukah aku kepadamu?”

Sekarang aku memang bisa menahan diri untuk tidak menghubungimu lagi, tapi aku tidak bisa menahan rindu yang datang merangsek begitu saja. 

“Aku merindukanmu.” Begitu kalimat yang terucap saat rindu itu mendekap sekujur tubuh dan jiwaku, sembari aku tatap fotomu lekat-lakat. Ya, hanya itu yang bisa aku lakukan. Tidak ada lagi.

Seringkali aku berbicara sendiri. Melamukan dirimu sedang bercakap-cakap denganku. Tentu saja sembari  menatap fotomu yang masih kusimpan rapi di gawaiku.

“Kamu pasti akan kembali lagi, kan?  Iya kan? Kamu tidak bener-bener pergi kan? Aku yakin kamu balik lagi.” 

Ah, itu hanya lamunan. Tapi itu indah buatku. Kamu tentu tidak tahu, betapa aku tersiksa di sini dengan rindu yang begini. Bagaimana tidak, aku merindukanmu tapi tak bisa menemuimu, bahkan sekadar meneleponmu beberapa detik saja.

O ya, apa kamu masih ingat pada suatu malam, tepatnya malam saat kita masih bisa bersua. Saat kamu rindu, kamu tinggal bilang padaku, lalu kita bertemu di suatu tempat. Begitu juga denganku, saat aku merindukanmu, cukup aku kirim chat padamu, lalu kamu mengirim lokasi di mana kita bisa bertemu. Kita pun bertemu menuntaskan rindu itu. 

Dan, malam itu kita  duduk bersama di bawah pohon cemara. Kita tertawa menikmati malam dan kendaraan yang silih berganti. Kita juga tak terlalu peduli dengan orang-orang yang berlalu lalang di sekitar kita. Malam itu kita habiskan rindu, meski sebenarnya tetap saja tersisa. 

Aku juga ingat, sembari kamu menggenggam erat tanganku, kamu katakan, “Jika sudah denganmu mengapa harus mencari yang lain, aku sudah nyaman denganmu dan kamu sudah cukup untukku." 

Ah, ternyata kamu berbohong, beberapa hari kemudian, mengapa kamu meninggalkanku dengan pilihanmu yang lain? Kamu biarkan aku menanggung semua rasa ini sendirian, padahal kamu ikut terlibat menciptakannya. Kamu menyiram dan memupuknya juga. 

Ya, kamu benar-benar pergi tanpa empati. Kamu benar-benar kriminal dalam hal cinta dan rindu yang kita tanam dan siram bersama. 

Tapi, mengapa aku masih gagal melupakanmu? Mengapa aku masih gagal untuk membencimu? Mengapa aku masih gagal berdoa buruk untukmu? Mengapa aku masih gagal mengutukmu? Ya, aku gagal.

Aku masih ingat wangi khas rambutmu dan parfummu. Meski aku tak pernah menyangka bahwa pelukan selembut sutra waktu itu dan tatapan yang begitu dalam itu menjadikanku luka yang terus menganga. 

Ah, aku gagal membencimu. Aku selalu menyukai kedua matamu meskipun di dalamnya tidak ada aku. 

Kamu tentu tidak tahu. Sore itu aku melihatmu bersama yang lain, tubuhku gemetar hebat, motorku tak lagi pelan, dan air mataku tak bisa aku tahan. Aku bingung. Aku berjalan begitu seja, entah ke arah mana. Aku nangis sesegukan tanpa mengeluarkan suara. 

Apa kamu tahu sesesak apa dadaku? Tentu kamu tak peduli meski kamu tahu. Aku hampir gila. Aku mati-matian melupakanmu tapi yang mati  adalah perasaanku untuk mencintai orang lain. Aku bisa menghapus air mataku sendiri, tapi aku tidak bisa menghapus perasaan ini padamu.

Kalau ada rasa ingin kembali, kembalilah. Aku masih di sini. 

Aku memang tidak menyapamu lagi, tapi  aku selalu tersenyum saat mataku melihat dirimu. 

Maaf, aku telah mengotori hidupmu dengan bertemu orang seperti diriku. Dan, aku tidak akan menyerah untuk melupakanmu meski rindu itu terus menderaku. Biarkan aku menuntaskan rindu ini sendirian. Kamu, pergilah sesukamu.

Batangbatang, 01 Agustus 2026




Profil Penulis :

Putri Atiya Maulidah biasa dipanggil Putri. Lahir pada 24 Februari 2010 di Sumenep. Ia adalah alumni SMP Nurul Jadid Batang batang. Hobi menyanyi dan travelling.



 

Tulisan pada website ini merupakan bagian dari proses pendidikan peserta didik di Nurul Jadid. Apabila ditemukan kesalahan atau kekeliruan maka pengelola website ini dapat menerima pengaduan dan mencabut penayangan tulisan tersebut.